Selasa, 27 November 2012

KIAT GURU DALAM MEMICU MURID BELAJAR



KIAT GURU DALAM MEMICU MURID BELAJAR
TUGAS AKHIR SMESTER
logo universitas islam riau pekanbaru (1).jpg
NAMA : MUHAMMAD HAFIS
KELAS :3C
NPM : 116310136
UNIVERSITAS ISLAM RIAU FKIP JURUSAN BAHASA INGGRIS 2012





KATA PENGANTAR



Dengan mengucapkan piji syukur atas kehadirat Tuhan yang Maha Esa, karena atas karuniaNya saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Kiat Guru Dalam Memicu Murid Belajar. Adapun makalah ini hasil pengamatan saya yang di dapat dari bebagai sumber, guna melengkapi ju
mlah nilai pada mata Kuliah Belajar dan Pembelajaan.
Dalam kesempatan ini, saya tidak lupa mengucapkan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini, diantaranya adalah orang tua dan teman-teman.
Akhirnya saya mengucapkan permohonan maaf atas kesalahan dan kekurangan. Kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan dari semua pihak demi kesempurnaan makalah ini. Demikianlah makalah ini dibuat, semoga bermanfaat bagi kita semua.







Pekanbaru, 2 oktober 2012

                                                                                                Penulis

DAFTAR ISI

1.      PENDAHULUAN
1.1  KATA PENGANTAR
1.2  TUJUAN
1.3  RUMUSAN MASALAH

2.      PEMBAHASAN.

2.1 PENGERTIAN MOTIVASI
2.2 PENGAUH  DAN FUNGSI MOTVASI
2.3 UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SAISWA
2.4 UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR ANAK OLEH ORANG TUA
2.5 PERANAN GURU PEMBIMBING DALAM MENGENTASKAN MASALAH  BELAJAR             DI SEKOLAH

3.      PENUTUP

3.1  KESIMPULAN
3.2  SARAN PENULIS











1.Pendahuluan
A.   Latar Belakang
Dalam hidup sering ditemukan adanya masalah. Masalah merupakan terjadinya kesenjangan atau keenggangan antara harapan dan kenyataan sehingga terjadi kesulitan dalam mencapai suatu tujuan. Menurut saya apabila kenyataan yang dihadapi dalam hidup tidak sesuai dengan harapan, itu artinya terjadi sesuatu masalah.
Dalam pelaksanaan proses kegiatan belajar dan mengajar, beberapa diantara siswa mengalami permasalahan yang harus diselesaikan untuk mencapai kehidupan efektivitas sehari – sehari dan di sekolah. Sedikit pendapat yang akan saya kemukakan:
“Seorang siswa yang sedang mengalami masalah menunjukkan sikapnya yang terganggu. Siswa tidak mengenal dan menerima diri dan lingkungan dengan baik, tidak mampu mengambil keputusan dengan tepat sehingga pengarahan dirinya terhambat, sehingga tidak mampu mewujudkan diri sesuai dengan potensi yang dimilikinya’.

Dalam keadaan tertentu, seringkali terjadi masalah yang dihadapi siswa di sekolah. Masalah siswa di sekolah dapat berupa masalah belajar, sehingga menghambat kelancaran proses belajar siswa. Keadaan tertentu itu dapat pula berupa kelemahan-kelemahan dan dapat juga berkenaan dengan lingkungan yang tidak menguntungkan bagi dirinya. Menurut Hj. Tri Iswanti (Salah seorang guru di salah satu sekolah menengah pertama di rengat)
“Masalah belajar pada siswa adalah menyangkut bidang prasyarat penguasaaan materi pelajaran, bidang keterampilan belajar, bidang sarana prasarana, bidang diri pribadi, dan bidang lingkungan belajar serta emosional”. Dalam hal ini masalah belajar yang dihadapi oleh siswa di sekolah itu cukup banyak.
Masalah belajar tidak hanya dialami oleh siswa yang lambat saja dalam belajarnya, tetapi juga dapat dialami oleh siswa yang pandai atau cerdas. Setiap siswa, mengalami masalah belajar yang berbeda-beda. Sehingga jenis-jenis masalah belajar itu dapat di kelompokkan berdasarkan faktor-faktor yang menyebabkannya.
 Segoe (dalam Widyastono, 2004) menunjukkan bahwa ciri – ciri tertentu dari siswa yang memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa dapat mengkibatkan timbulnya masalah – masalah tertentu, misalnya: (1) kemampuan berpikir kritis dapat mengarah kepada sikap meragukan , baik terhadap diri sendiri maupun terhadap tugas – tugas yang rutin, (2) kemampuan kreatif dan minat untuk melakukan hal – hal yang baru, bisa menyebabkan mereka tidak menyukai atau lekas bosan terhadap tugas – tugas rutin, (3) perilaku yang ulet dan terarah pada tujuan, dapat menjurus kepada keinginan untuk memaksakan atau mempertahankan pendapatnya, (4) kepekaan yang tinggi dapat membuat mereka menjadi mudah tersinggung atau peka terhadap kritik, (5) semangat, kesiagaan mental dan inisiatifnya yang tinggi dapat membuat kurang sabar dan kurang tenggang rasa jika tidak ada kegiatan yang dinamis, (6) dengan kemampuan dan minatnya yang beraneka ragam, mereka membutuhkan keluwesan serta dukungan untuk dapat menjajaki dan mengembangkan minatnya, (7) keinginan mereka untuk mandiri dalam belajar dan bekerja kebutuhannya akan kebebasan, dapat mengakibatkan konflik karena tidak mudah menyesuaikan diri terhadap tekanan orang tua, sekolah atau teman – temannya, siswa juga bisa merasa ditolak atau kurang dimengerti oleh lingkungannya, (8) sikap acuh tak acuh dan malas dapat timbul karena pengajaran yang diberikan di sekolah kurang mengundang tantangan baginya.
Siswa mengharapkan adanya pengentasan masalah – masalah yang terjadi pada dirinya secara cepat dan tepat, namun mereka sering tidak dapat mengentaskan masalah tersebut sendiri sehingga membutuhkan orang lain. Dalam menyikapi masalah belajar siswa, pihak guru, baik itu guru pembimbing, maupun guru bidang studi, memiliki kiat - kiat atau cara – cara tersendiri dalam mengatasi hal tersebut, sehingga masalah belajar yang dialami oleh siswa dapat terentaskan. Dari permasalahan yang dikemukakan, maka diangkatlah sebuah judul
“ Kiat Guru Pembimbing Mengentaskan Masalah Belajar Siswa di Sekolah”
sebagai suatu permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini.

1.2  Tujuan
Tujuan pembahasan dalam makalah ini adalah :
1.    Untuk menyelesaikan salah satu tugas akhir semester II tahun ajaran 2012 pada mata kuliah Dasar Logika dan Penulisan Ilmiah
2.    Untuk mengetahui masalah – masalah belajar yang dialami siswa
3.    Untuk mengetahui kiat-kiat guru pembimbing dalam mengentaskan masalah belajar siswa



1.3  Rumusan Masalah
1.    Apa saja jenis – jenis dan penyebab masalah belajar siswa di sekolah?
2.    Bagaimana kiat guru pembimbing dalam mengentaskan masalah belajar siswa?

2.Pembahasan
2.1      Pengertian Motivasi
Motivasi dapat diartikan sebagai kekuatan (energi) seseorang yang dapat menimbulkan tingkat persistensi dan antusiasmenya dalam melaksanakan suatu kegiatan, baik yang bersumber dari dalam diri individu itu sendiri (motivasi intrinsik) maupun dari luar individu (motivasi ekstrinsik). Seberapa kuat motivasi yang dimiliki individu akan banyak menentukan terhadap kualitas perilaku yang ditampilkannya, baik dalam konteks belajar, bekerja maupun dalam kehidupan lainnya.

2.2       Fungsi dan Pengaruh Motivasi
Motivasi mempunyai fungsi yang penting dalam belajar, karena motivasi akan menentukan intensitas usaha belajar yang dilakukan siswa. Hawley (Yusuf 1993 : 14) menyatakan bahwa para siswa yang memiliki motivasi tinggi, belajarnya lebih baik dibandingkan dengan siswa yang motivasi belajarnya rendah. Sardiman (1988 : 84)  mengemukakan ada tiga fungsi motivasi, yaitu :

  1. Mendorong manusia untuk berbuat. Motivasi dalam hal ini merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan ;
  2. Menuntun arah perbuatan, yakni ke arah tujuan yang hendak dicapai, dengan demikian motivasi dapat memberi arah, dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya ;
  3. Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut.
2.3      Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa
Dalam rangka mengupayakan agar motivasi belajar siswa tinggi, seorang guru menurut Winkel (1991) hendaknya selalu memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
  1. Seorang guru hendaknya mampu mengoptimalisasikan penerapan prinsip belajar, pada prinsipnya harus memandang bahwa dengan kehadiran siswa di kelas merupakan suatu motivasi belajar yang datang dari siswa.
  2. Guru hendaknya mampu mengoptimalisasikan unsur-unsur dinamis dalam pembelajaran, karena dalam proses belajar, seorang siswa terkadang dapat terhambat oleh adanya berbagai permasalahan. Hal ini dapat disebabkan oleh karena kelelahan jasmani ataupun mental siswa.  Untuk itu upaya yang dapat dilakukan  seorang guru (Dimyati, 1994 : 95) adalah dengan cara :
    1. memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan hambatan belajar yang di alaminya ;
    2. meminta kesempatan kepada orang tua siswa agar memberikan kesempatan kepada siswa untuk beraktualisasi diri dalam belajar ;
    3. memanfaatkan unsur-unsur lingkungan yang mendorong belajar ;
    4. menggunakan waktu secara tertib, penguat dan suasana gembira terpusat pada perilaku belajar ;
    5. merangsang siswa dengan penguat memberi rasa percaya diri bahwa ia dapat mengatasi segala hambatan dan pasti berhasil.
    6. Guru mengoptimalisasikan pemanfataan pengalaman dan kemampuan siswa. Perilaku belajar yang ditunjukkan siswa merupakan suatu rangkaian perilaku yang ditunjukkan pada kesehariannya. Untuk itu, maka pengalaman yang diberikan oleh guru terhadap siswa dalam meningkatkan motivasi belajar menurut Dimyati dan Mudjiono (1994) adalah dengan cara :
      • siswa ditugasi membaca bahan belajar sebelumnya, tiap membaca hal-hal penting dari bahan tersebut dicatat.
      • guru memecahkan hal yang sukar bagi siswa dengan cara memecahkannya.
      • guru mengajarkan cara memecahkan dan mendidik keberanian kepada siswa dalam mengatasi kesukaran.
      • guru mengajak serta siswa mengalami dan mengatasi kesukaran.
      • guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mampu memecahkan masalah dan mungkin akan membantu rekannya yang mengalami kesulitan.
      • guru memberi penguatan kepada siswa yang berhasil mengatasi kesulitan belajarnya sendiri.
      • guru menghargai pengalaman dan kemampuan siswa agar belajar secara mandiri.
2.4 Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar anak oleh orang tua
Salah satu alasan kenapa seorang anak malas belajar adalah hilangnya motivasi. Menanamkan motivasi pada dasarnya sama artinya dengan proses pembelajaran pada anak agar anak mengetahui apa manfaat belajar bagi dirinya sehingga seorang anak menyukai belajar.

  1. Mencarikan teman yang suka  belajar dan berprestasi untuk anak Anda adalah salah satu cara agar anak terpacu untuk belajar. Hal itu karena bergaul dengan anak-anak seperti itu akan memacu anak untuk meniru perilaku mereka.
  2. Selain itu, coba cari  komunitas yang mempunyai kebiasaan baik dalam belajar. Biarkan anak-anak kita melihat apa yang mereka lakukan sehingga tumbuh rasa senang bergaul dengan mereka.  
  3. Satu hal lagi, jangan paksa anak-anak untuk melakukan sesuatu yang tidak mereka sukai. Carilah cara untuk membuat anak Anda menjadi suka atas apa yang Anda inginkan. Jika Anda ingin anak Anda belajar Bahasa Inggris, maka berikan alasan sehingga seorang anak menyukai Bahasa Inggris.
  4. Cara yang terbaik adalah mengetahui kemampuan, minat dan bakat seorang anak. Tanpa pengetahuan memadai tentang bagaimana potensi dan minta anak maka Anda sedang berlaku sebagai komandan yang hanya bisa memerintah. Dan ini akan membuat seorang anak merasa terlangkahi dan tidak dihargai.
  5. Masuklah ke jiwa anak-anak kita dan temukan cara yang terbaik untuk menumbuhkan motivasi belajar mereka.
2.5.  Peran Guru Pembimbing dalam Mengentaskan Masalah Belajar Siswa di Sekolah
Pada kegiatan belajar siswa di sekolah, siswa menjalankan kegiatan belajar dengan aktif dan dibimbing oleh guru bidang studi dibantu juga oleh guru pembimbingnya. Dalam penyelenggaraan belajar tersebut akan ditemukan siswa yang mengalami masalah belajar. Dan dalam hal ini pula guru pembimbing pun berperan aktif didalamnya.
Dalam hubungan ini guru bidang studi dan guru pembimbing mempunyai fungsi sebagai motivator dalam keseluruhan belajar mengajar. Menurut Ahmadi ( 2008: 106) mengemukakan bahwa:
Ada empat hal yang dapat dikerjakan guru dalam memberikan motivasi kepada muridnya yaitu: (a) membangkitkan dorongan kepada siswa untuk belajar, (b) menjelaskan secara konkret kepada siswa apa saja yang dapat dilakukan pada akhir pengajatan, (c) memberikan ganjaran terhadap prestasi yang dicapai sehingga dapat merangsang untuk mencapai prestasi yag lebih baik dikemudian hari, dan (d) membentuk kebiasaan belajar yang baik.

Menurut saya secara terperinci kiat seorang guru dalam memicu murid belajar adalah:
Seorang guru, harus memiliki kesabaran dan sikap adil terhadap siswa didiknya. Sikap adil yang saya maksud disini adalah tidak membedakan siswa secara pribadi,artinya guru harus mempelajari setiap karakter siswa didiknya. Sehingga dengan demikian siswa tidak merasa di kucilkan dan dibedakan. Sehingga setiap siswa memiliki rasa percaya diri dalam belajar.

                                 
                                                                                                                          SEKIAN






3. Penutup
3.1 Kesimpulan
Seorang guru, harus memiliki kesabaran dan sikap adil terhadap siswa didiknya. Sikap adil yang saya maksud disini adalah tidak membedakan siswa secara pribadi,artinya guru harus mempelajari setiap karakter siswa didiknya. Sehingga dengan demikian siswa tidak merasa di kucilkan dan dibedakan. Sehingga setiap siswa memiliki rasa percaya diri dalam belajar.

3.2 Saran
Saran saya terhadap dunia pendidikan adalah setiap calon guru yang baik harus memiliki sikap kritis tehadap pendidikan dan juga sikap sabar dalam memndidik serta mampu menguasai metari yang akan di ajarkan dan mampu mengetahui karakter siswa.









Daftar pustaka
Nara sumber: HJ.Iswanti Tri  Guru SMPN 03 Rengat.




                                   TERIMAKASIH TELAH MEMBACA MAKALAH SAYA.



0 komentar:

Poskan Komentar

Open Panel

Blogroll